Twitter

Archive for Februari 2013

Perasaan yang tak menentu. Sebuah kebahagiaan yang diselingi rasa sedih dan haru. Disaat Ia akan bertambah umur, ada sukacita kebahagiaan yang timbul karena telihatnya penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya. Sedih, kesedihan yang terasa ketika aku melihat diriku, tetesan air mata yang akan keluar. Menggambarkan bertapa berat beban yang harus kupikul dan harus kuselesaikan. Aku tak ada artinya dibanding dia. Pengembangan diri, penguasaan diri, menjadi berkat bagi orang lain, selalu menjalani hidup berdasarkan iman yang tumbuh dalam hatinya. Aku? siapalah aku SAAT INI dibanding dia? Tak ada yang lebih membahagiakan selalin bisa mengadopsi seluruh karakter dan juga pola hidupnya yang selalu menjalankan tujuan Tuhan. Haru, rasa haru yang timbul ketika melihat dan mengingat seluruh pengorbanannya yang diberikan. Curahan air mata, tetesan keringat, amarah yang selalu berusaha dibendung olehnya, pengharapan, dan kasih sayang yang selalu terpancar. Hatiku sakit dengan amat sangat ketika mengingat kehidupanku yang dulu, ketika seluruh kegagalan dan keterpurukan menghampiri diriku. Dan dia, dia yang selalu dan selalu memeluku dengan tetesan air mata yang akan membangkitkan gairah diriku dalam menjalani kehidupan. Dan diakhirnya keberhasilan yang harus aku kejar dan dapatkan, dengan selalu mengingat bertapa luar biasanya "air mata" yang ia teteskan bagi hidupku.
Sahabat,  saya menemukan sebuah catatan pendek ini di dunia maya. Menceritakan tentang perbandingan dirinya dengan seseorang yang ia gambarkan dengan kata-kata "Ia" atau "Dia" yang sungguh luar biasa bagi si pembuatnya. Memunculkan sebuah pelajaran, bahwa kehidupan kita bukan hanya untuk kita sendiri. Semoga kisah ini mengingatkan kita disaat kita sedang merasakan putus asa, bahwa hidup kita bukanlah untuk kita sendiri tetapi ada orang-orang yang berjuang untuk hidup kita dan kita harus berjuang untuk mereka. So? Lanjutkan dan gapailah "TUJUAN" hidupmu dengan terus menyayangi orang yang menyayangimu. Jangan lupa juga ucapkan rasa syukur dan selalu bergantung kepada Pencipta kita.

Aku Harus Tetap Memiliki Semangat Hidup

Semangat bisa berfungsi sebagai bahan bakar yang membuat kita bisa meraih masa depan yang cerah.
Kalimat tersebut memiliki makna yang luar biasa, bagaimana tidak? Kehidupan tanpa adanya semangat tidak akan membuat kita maju kejenjang yang lebih baik. 
Sahabat, setiap kita pasti terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita. Betul tidak? Setiap kita berusaha memenuhi apa yang kita cita-citakan dengan cara kita masing-masing.

Iya, satu cita-cita yang tercapai akan terus memunculkan cita-cita yang lain. Dan apa yang akan kita lakukan, ketika kita sedang melakukan sesuatu yang terbaik dalam hidup kita, tetapi ditengah jalan kita mengetahui bahwa kita hanya bisa bertahan hidup selama beberapa bulan lagi? Pastinya hanya ada 2 pilihan, tetap semangat walaupun hidup kita tinggal sebentar lagi atau diam menunggu saat-saat terakhir kita.

Tentu bukan sesuatu yang mudah ketika kita mengetahui sebentar lagi kita akan mengakhiri kehidupan kita yang indah. Penyesalan yang dahulu pernah dilakukan pasti ada, dan kenangan-kenangan manis bersama orang-orang yang mengasihi kita akan terus muncul selama kita menunggu sisa hidup kita. Menangis? Berdiam? Menyalahkan Tuhan? itu mungkin yang akan kita lakukan. Tetapi kisah itu tidak sama dengan apa yang ada dalam buku ini. Diamana penulis buku yang pada saat itu terkena penyakit kanker kelenjar getah bening terus bekerja bekerja dan bekerja melanjutkan "TUJUAN" hidupnya tanpa ada amarah sedikitpun kepada Penciptanya. Segala sesuatu yang terbaik yang beliau bisa lakukan terus dikerjakan. Penyakit yang terus menggerogoti dirinya tidak dihiraukan. Rasa syukur kepada Pencipta yang selalu beliau tunjukan, dan keteadanan luar biasa menghiasi akhir hidupnya. Dan pada akhir hidupnya, Beliau berhasil membuktikan bahwa hidupnya sangat berarti bagi setiap orang yang ada disekitarnya.
Pertanyaan yang ada di otak saya, Bagaimana bisa jika saya mengalami kejadian tersebut saya akan terus memiliki semangat hidup dan tetap bersyukur kepada Pencipta saya? 

Melalui buku ini, saya belajar. Bahwa hidup adalah anugerah dari Pencipta, bahwa cepat atau lambat hidup akan segera berakhir. Berbagai motivasi perjuangan hidup saya dapatkan dan saya terus akukan dalam hidup saya. Bukan karena saya takut mengalami kejadian serupa dan saya harus mengakhiri kehidupan saya sebelum semua cita-cita yang saya inginkan tercapai. Namun karena saya mengetahui "TUJUAN" saya diciptakan di dunia ini. Sahabat, temukanlah tujuan hidup kita saat kita diciptakan di dunia ini. Gapailah segala sesuatu yang baik dalam hidup kita. Dan buatlah hidup kita berarti.

Saat aku ingin hidup KAYA, aku lupa, bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.
Saat Aku takut MEMBERI, aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN.
Saat aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa bahwa dalam KELEMAHAN,kuasaNYA memberikan aku KEKUATAN.
Saat aku takut RUGI, aku lupa bahwa Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena AnugerahNYA.
Ternyata hidup ini sangat Indah. Saat kita selalu Bersyukur KepadaNYA


Sahabat, kehidupan adaah anugerah dari Pencipta kita. Ia menenun kita, Ia membentuk kita, Ia memberi nafas kehidupan, Ia memelihara kita, Ia merancangkan segaa sesuati yang terbaik untuk kita.
So??? Apa yang kita takutkan daam kehidupan kita, ketika kita selalu berjaln bersama dengan Pencipta kita?

"Kehidupan Tidak Pernah Berakhir"
Sebuah kalimat yang sering diucapkan oleh manusia-manusia yang tidak mengerti tentang arti dan tujuan hidupnya. Kemonotonan hidup yang mewarnai aktivitas sehari-hari membuat manusia bosan akan kehidupannya dan "dirinya" sendiri. Kebosanan dan kebuntuan dalam hidup membuat manusia terus bertanya-tanya tentang siapakah dia sebenarnya dan semua itu menuju kepada jati dirinya sendiri. Kepura-puraan, kemunafikan, dan tindakan yang terus dilakukan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya. "Topeng" yang mereka coba pakai untuk menutupi wajah membuat mereka terus mencari jati diri dan tujuan hidup sesungguhnya, yang membuat kita terus berfikir untuk apa hidup? Tujuan hidup kita apa? Dan untuk apa saya hidup? Memang sungguh ironi dan menyedihkan ketika seseorang diahirkan, memulai hidup, dan bertahan hidup, tetapi masih belum mengetahui apa tujuan dari dia ada di dunia ini. Pertanyaannya, apakah kita sama seperti mereka? Apakah kita tahu untuk apa kita hidup? Dan apakah kita secara tidak langsung sering menyesali hidup kita dan mengarah kepada perkataan "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir, ya sudah ikut arus aja". Hai sahabat kehidupan cepat atau lambat akan berakhir, apakah kita sudah siap dan mengetahui kemana kita setelah kehidupan berakhir?